Departemen Kehakiman AS, Kamis (25/7/2013), mengumumkan dakwaan terhadap
empat orang berkebangsaan Rusia dan seorang berkebangsaan Ukraina, yang
selama 7 tahun lebih mencuri dan menjual setidaknya 160 juta data nomor
kartu kredit dan kartu debit.
Dakwaan diumumkan oleh Jaksa Paul
Fishman di Newark, New Jersey, AS. Menurutnya, ini merupakan kasus
peretasan dan pencurian data terbesar yang pernah dituntut di AS.
Selama
menjalankan aksinya, kelompok ini meretas jaringan komputer
perusahaan-perusahaan besar dan mengakibatkan kerugian hingga ratusan
juta dollar AS.
Menurut laporan kantor berita Associated Press,
kelompok peretas telah menyerang sistem keamanan Nasdaq, 7-Eleven,
Carrefour, JCP, Hannaford, Wet Seal, Commidea, Dexia, JetBlue, Dow
Jones, Euronet, Visa Jordan, Diners Singapore, Ingenicard, Global
Payment, dan Heartland.
Dalam surat dakwaan dijelaskan,
perusahaan Global Payment yang berbasis di Atlanta, telah kecolongan 1
juta nomor kartu kredit dengan mengalami kerugian hampir 93 juta dollar
AS. Lebih parah lagi perusahaan Heartland yang kecolongan lebih dari 130
juta nomor kartu kredit dan merugi sekitar 200 juta dollar AS.
Dilaporkan pula, ada sekitar 800.000 nomor kartu kredit dari jaringan Visa yang dicuri oleh kelompok ini.
Kelompok ini mencuri username, password,
dan info identifikasi pribadi kartu kredit melalui serangan injeksi
SQL. Setelah itu, mereka diduga menjual data tersebut ke berbagai
belahan dunia.
Peretas canggih
Para
terdakwa diidentifikasi dengan nama Vladimir Drinkman (32 tahun, dari
Syktyvkar, Rusia); Aleksander Kalinin (26, dari St Petersburg, Rusia);
Roman Kotov (32, dari Moskow); Dmitriy Smilianets (29, dari Moskow); dan
Mikhail Rytikov (26, dari Odessa, Ukraina).
Drinkman dan Smilianets, ditangkap oleh otoritas AS di Belanda pada Juni 2012. Sementara tiga terdakwa lagi masih buron.
Dalam
dakwaan, pengadilan menduga kelima orang ini memiliki peran
masing-masing dalam beraksi. Drinkman dan Kalinin diidentifikasi sebagai
peretas canggih yang sering menembus sistem kemanan perusahaan
multi-nasional, lembaga keuangan, dan sistem pembayaran.
Kotov spesialisasi pengumpul data dari jaringan komputer yang telah dibobol. Rytikov menyediakan layanan web-hosting anonim yang digunakan untuk meretas jaringan komputer, dan secara diam-diam menghapus datanya.
Sementara
Smilianets, adalah orang yang menjual informasi. Kelimanya dituduh
melakukan konspirasi menyusup ke jaringan komputer tanpa izin.
Mereka menjual data nomor kartu kredit dan kartu debit di forum online.
Menurut surat dakwaan, setiap nomor kartu kredit dari AS dijual sekitar
10 dollar AS, nomor Kanada sekitar 15 dollar AS, dan Eropa sekitar 50
dollar AS.
Dalam persidangan nanti, salah satu barang bukti yang
dihadirkan adalah arsip pembicaraan dalam aplikasi pesan instan antara
Kalinin dan seorang bernama Albert Gonzalez asal Miami. Gonzalez
terbilang peretas andal yang telah dihukum penjara 20 tahun. Kasus
Gonzalez sebelumnya dianggap sebagai aksi peretasan terbesar yang pernah
dituntut di AS.
Berikut adalah sepotong obrolan antara keduanya:
"Hannaford akan menghabiskan jutaan dollar untuk memperbarui sistem keamanan mereka. Lol!" kata Gonzalez dengan nada bercanda.
Lalu Kalinin menjawab, "Mereka lebih baik membayar kita untuk tidak lagi meretas sistem mereka."
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment